Al-khazini Ahli Sains Perintis Teori Gravitasi

Diposting pada

“Untuk setiap benda yang diketahui beratnya dan diletakkan pada jarak tertentu dari pusat semesta, gravitasinya bergantung kepada jaraknya dari pusat semesta. Karena alasan ini, gravitasi benda-benda berhubungan dengan jarak mereka dari pusat semesta.” (Al-Khazini)

Nama lengkapnya adalah Abu Fath Abd al-Rahman Mansour al-Khazini, Ia menjadi budak setelah Dinasti Seljuk Turki berhasil menguasai wilayah kekuasaan Kerajaan Konstantinopel. Al-Khazini dibawa ke Merv, sebuah kota metropolitan pada abad ke-12, saat ini Merv masuk wilayah Turkmenistan.

Awalnya Al-Khazini bekerja sebagai pegawai di kerajaan Islam itu, Ia memiliki nasib baik, Pasalnya, sang majikan melihat potensi intelektual Al-Khazini, lalu ia diberi kesempatan untuk belajar. Bahkan, Al-Khazini dikirim untuk belajar kepada Omar Khayyam, seorang penyair serta ilmuan besar pada masa itu. Al-Khazini belajar banyak hal, diantaranya matematika, sastra, filsafat, dan astrnomi, sedikit banyak, pikiran Al-Khazini dipengaruhi oleh sang guru, Omar Khayyam, Aristoteles, Archimedes, Ibnu Haitham, dan Al-Biruni.

Al-Khazini dikenal memiliki otak yang brilian, dari seorang budak, ia menjelma menjadi seorang ilmuan yang memiliki pengaruh besar. Sampai-sampai pemikiran Al-Khazini berpengaruh kuat dalam pengembangan sains di Barat. Sedianya, Al-Khazini melahirkan banyak teori sains seperti metode ilmiah eksperimental dalam mekanik, perbedaan daya, masa dan berat, serta jarak gravitasi, dan energi potensial gravitasi.

Diantara karya Al-Khazini adalah Mizan al-Hikmah (Neraca Kebijaksanaan) dan az-Zij as-Sanjari (Tabel Sanjari).

Di buku Mizan al-Hikmah, Al-Khazini menjelaskan secara detil teori-teori yang dirintis olehnya seperti prinsip-prinsip keseimbangan hidrostatis, mekanika, serta hidrostatika. Kitab yang terdiri dari 50 bab ini ditulis tahun 1121 Masehi dan menjadi karya penting dalam bidang fisika Islam.

Sementara az-Zij as-Sanjari (Tabel Sanjari) merupakan kitab yang mengulas tentang astronomi. Di sini, Al-Khazini membahas tentang posisi 46 bintang dan menjelaskan jam air 24 jam yang diciptakan olehnya untuk kepentingan astronomi.

Gravitasi bumi

Saat kita mendengar kata ‘gravitasi’ pasti yang ada di otak kita adalah Isaac Newton. Memang, selama ini kita jejali dengan pengetahuan bahwa penemu teori gravitasi adalah Newton karena Newton lah yang merumuskan dan membuat persamaan matematika tentang gambaran kerja gravitasi bumi.

Namun, tahu kah kita bahwa jauh sebelum Newton ‘membuat’ teori gravitasi, ada seorang saintis Muslim yang sudah merintiskan serta menemukan teori gravitasi. Iya, dialah Al-Khazini, dalam buku Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam, Al-Khazini meneliti serta menekuni secara mendalam tentang gravitasi pada abad ke-12. Sebuah konsep teori yang sebelumnya juga diajukan oleh Al-Biruni, dengan demikian, Al-Khazini telah menemukan teori gravitasi jauh sebelum Newton melakukannya.

Setelah melakukan beberapa eksperimen, Al-Khazini sampai pada sebuah kesimpulan bahwa kuat gravitasi itu berubah sesuai dengan jarak antara benda yang jatuh dengan yang menariknya. Dengan kata lain, Al-Khazini menemukan fakta bahwa kekuatan gravitasi dipengaruhi oleh jarak antar dua benda.

Memang, dalam beberapa literatur yang ada belum menemukan bukti bahwa Al-Khazini telah membuat rumus matematika serta persamaan terkait dengan hubungan antar variabel tersebut. Namun yang pasti, dia telah menemukan variabel-variabel yang terkait dengan peristiwa gerak jatuh suatu benda karena gravitasi bumi. Baru pada abad ke-17 ilmuan Barat seperti Isaac Newton memformulasikan rumus-rumus matematika serta persamaan antar variabel dalam teori gravitasi tersebut. Jika demikian, maka Newton lebih pantas sebagai perumus teori gravitasi, sementara Al-Khazini sebagai perintis teori gravitasi bumi.

 

(A Muhlishon Rohmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *