Beberapa Hal Yang Perlu Dihindari Ketika Puasa

Diposting pada

Beberapa Hal Yang Perlu Dihindari Ketika Puasa – Rambu Islam, hal yang membatalkan puasa ramadhan misalnya makan dan minum dan lainnya.

Seperti yang diketahui, puasa mempunyai ketentuan-ketentuan khusus yang harus dipatuhi. Jika ketentuan tersebut tidak dipatuhi, maka puasa yang bersangkutan dianggap tidak sah dan tidak memperoleh ganjaran dari Allah SWT. Ketentuan puasa ada bersifat formal ada juga yang bersifat substansial.

Ketentuan formal puasa ini banyak diterangkan oleh para ulama fiqih, sementara ketentuan substansial puasa diterangkan secara gamblang oleh ulama tasawuf. Misalnya dalam pandangan ulama tasawuf, puasa bukan cuma batal sebab makan dan minum di siang hari, akan tetapi tetapi juga berbuat maksiat pun bisa membatalkannya, karena disaat manusia melakukan maksiat puasanya tidak ada nilainya di hadapan Allah SWT.

Menurut ulama fiqih, selain makan dan minum, terdapat beberapa hal yang mestinya kita hindari dan dijauhi ketika berpuasa. ‘Izzuddin Ibnu ‘Abdul Salam dalam Maqashid al-Shaum menyebutkan tiga hal yang harus dijauhi ketika puasa, walupun sebagian diantaranya disunahkan diwaktu tidak berpuasa. Dari ketiga hal itu ialah:

Yang pertama adalah mencium istri. Mencium istri ialah sebagai tanda kasih sayang dan bagian dari keharmonisan rumah tangga. Namun hal tersebut semestinya kita hindari pada saat menjalankan puasa, terutama untuk orang yang tidak dapat menahan syahwat. ‘Aisyah dalam hadis riwayat al-Bukhari menerangkan bahwa Nabi SAW pernah menciumnya ketika puasa, tetapi beliau memberikan catatan bahwa Nabi SAW ialah orang yang begitu pintar mengendalikan syahwat.

Lewat hadits ini, ‘Izzuddin Ibnu ‘Abdul Salam menyimpulkan, orang yang tidak mampu membendung syahwatnya dan dikhawatirkan akan batal puasanya, jadi ada baiknya bila tidak mencium istri ketika puasa. Namun jika orang itu sanggup menahannya, layaknya orang yang sudah sepuh, diperbolehkan untuk mereka mencium istri di siang hari bulan Ramadhan.

Yang kedua, memasukan air ke lubang hidung (istinsyaq). Diantara sunnahnya wudhu’ ialah beristinsyaq. Ketika berpuasa, amalan sunnah ini baiknya tidak dikerjakan supaya air tidak masuk kedalam tubuh yang berimplikasi pada batalnya puasa. Nabi Muhammad SAW, seperti yang diriwayatkan Abu Dawud, melarang beristinsyaq pada saat menjalankan puasa.
Yang ketiga, melakukan bekam. Tidak diragukan lagi bahwa bekam banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Nabi SAW juga dalam suatu riwayat diterangkan bahwa beliau suka melakukan bekam. Dalam sebuah diriwayat diceritakan, Rasulullah SAW pernah melakukan bekam ketika berpuasa.

Ibnu ‘Abdul Salam menegaskan, untuk orang yang lemah dan keadaan tubuhnya tidak bagus, dimakruhkan bagi mereka untuk berbekam di tengah hari puasa bulan Ramadhan, karena hal tersebut dapat mendorong mereka untuk membatalkan puasa dan menganggu kenyamanan dalam beribadah. Wallahu a’lam.

 

Source : NU Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *