Bolehkah Shalat Sunnah Sambil Duduk

Diposting pada

Bolehkah Shalat Sunnah Sambil Duduk – Rambu Islam, sholat sunnah merupakan ibadah tambahan bagi tiap muslim seperti sholat tahajud sholat dhuha.

Media untuk mendapat pahala atau ganjaran di agama Islam begitu banyaknya. Allah SWT bukan hanya memberi perintah ibadah wajib saja, namun juga menganjurkan dan perbanyak ibadah-ibadah sunnah. Hampir dari tiap ibadah terkandung kewajiban dan kesunnahan. Misalnya di dalam sholat, ada sholat wajib dan juga sholat sunnah. Demikian juga dengan puasa, ada yang wajib dan juga ada yang sunnah. Lebih-lebih, pada sholat dan puasa wajib nanti juga terdapat kesunnahan di dalamnya.

 

Aturan pengerjaan ibadah sunnah biasanya tidaklah seberat ibadah yang wajib. Dalam kaidah fiqih disebutkan, al-nafl awsa’ min al-fardh (sunnah lebih luas cakupannya dibandingkan fardhu). Maksudnya, ibadah sunnah lebih luwes dibandingkan ibadah yang wajib. Ada beberapa hal yang harus ada dan tak boleh meninggalkan saat ibadah wajib, tetapi boleh diabaikan apabila melaksanakan ibadah sunnah.
Misal, kewajiban berdiri pada saat sholat. Berdiri untuk orang yang mampu termasuk bagian dari rukun sholat dan tidak sah sholat apabila tidak berdiri bagi orang yang mampu. Akan tetapi, di dalam sholat sunnah tidak diwajibkan berdiri. Meski mampu untuk berdiri, pelaksanaannya sembari duduk tetap diperbolehkan.

 

Zaynuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in mengatakan:
“Shalat sunnah sembari duduk dan berbaring diperbolehkan walaupun mampu untuk berdiri dan duduk. Akan tetapi, untuk orang yang berbaring diwajibkan duduk apabila ruku’ dan sujud. Adapun sholat sunnah di dalam keadaan tidur terlentang tidak sah hukumnya apabila masih sanggup berbaring”

 

Berdasarkan kesimpulan penulis  di atas, sholat sunnah diperbolehkan sambil duduk dan juga berbaring, meski mampu untuk berdiri dan juga duduk. Dengan demikian, kewajiban untuk berdiri tidak berlaku di saat sholat sunnah dan hanya berlaku pada shalat wajib. Akan tetapi, sholat sunnah tidak diperbolehkan dikerjakan sambil tidur telentang apabila masih sanggup berdiri dan duduk.

Akan tetapi perlu diingat, kadang-kadang nilai dari suatu amalan diukur berdasarkan dengan tingkat kesulitan yang dihadapi pada saat melakukan amalan tersebut. Semakin sulit dan semakin susah, maa semakin besar pahala yang didapatkan. Sholat di dalam keadaan berdiri pasti lebih berat dan juga sulit dibandingkan dengan sholat sambil duduk. Wallahu a’lam

 

Demikian uraian singat tentang Bolehkah Shalat Sunnah Sambil Duduk dan semoga menjadi wawasan dan menjadikan koreksi ibadah kita dan menjadi ibadah yang berualitas.

Tetap simak Rambu Islam yang menyajikan informasi seputar agama islam hikmah islam hukum-hukum islam dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *