Cara Iblis Mencelakakan Manusia

Diposting pada

Cara Iblis Mencelakakan Manusia – Rambu Islam, godaan setan atau tipu daya setan juga dengan bisikan setan harus kita waspadai.

Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa saat iblis dikeluarkan dari surga, Iblis memohon kepada Allah supaya dapat menggoda anak cucu Adam untuk menjadi temannya kelak di neraka. Berkatalah Iblis, “Aku sungguh-sungguh akan mendatangi (menggoda) mereka dari arah depan dan arah belakang mereka, arah kiri dan arah kanan mereka. Dan sungguh mereka tidak akan menjadi hamba-Mu yang bersyukur”(QS 7:17).

 

Menurut Al-Kattani, ayat ini berbicara tentang cara dan strategi Iblis di dalam menyesatkan manusia. Iblis menjebak manusia dengan cara bertahap. Dimulai dari penawaran yang kasar yang sulit sampai ke tahapan yang mudah dan paling halus. Namun, pada jebakan yang terhalus dan mudah inilah banyak sekali manusia yang terperangkap.

 

Menurut al-Kattani “arah depan” adalah jebakan memperseutukan Allah dan mengerjakan dosa-dosa besar. Ini merupakan tawaran yang tersulit untuk dituruti oleh manusia. Di tahapan inilah, Iblis menyodorkan kekufuran, membujuk orang untuk menolak agama, keberadaan Tuhan, risalah para Rasul dan kebenaran kitab suci.

 

Apabila gagal,  godaan dari “arah belakang” juga akan ditawarkan Iblis, ialah jebakan untuk mengerjakan dosa-dosa kecil, lebih mudah untuk diikuti dari penawaran sebelumnya. Iblis memengaruhi manusia bahwa melakukan dosa itu manusiawi dan lagi pula, kata dia, Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Oleh sebab itu, masih ada kesempatan bertobat. Bagi orang-orang yang rawan godaan Iblis ini.

 

Rasulullah SAW mengingatkan: “Janganlah menyepelekan dosa kecil, sebab dosa-dosa yang kecil akan menjadi besar jika orang menghimpunnya.” Di suatu riwayat, Ali bin Abi Thalib menerangkan, “Dosa paling besar ialah dosa yang dianggapnya kecil oleh si pelakunya.”

 

Apabila gagal merayu dan membujuk manusia dari arah depan dan arah belakang, Iblis merancang godaan ketiga, jebakan dari “arah kanan”. Arah kanan, masih menurut al-Kattani, adalah penawaran untuk mengerjakan hal-hal yang mubah tapi dapat mengabaikan yang wajib. Olahraga pagi itu mubah tetapi apabila bisa melalaikan kita dari masuk kantor tepat waktu, kita telah terjebak oleh godaan ketiga Iblis ini.

 

Jebakan terakhir berasal dari arah kiri. Ini merupakan tawaran yang paling halus. Iblis menawarkan kita dengan ibadah-ibadah yang utama, namun melalaikan kita dari perihal yang paling utama. Berdzikir itu utama. Apabila kita sibuk berdzikir, membersihkan diri atau tafakur di sudut rumah kita, kemudian kita mengabaikan persoalan-persoalan sosial, maka kita meninggalkan hal yang lebih utama. pada saat kita meributkan perbedaan hal kecil di dalam ibadah dan lupa dengan kualitas ekonomi kita, kita sudah terjebak di jebakan yang datang dari arah kiri ini.

 

Dikisahkan, pada saat Iblis mengucapkan hal tersebut, maka para malaikat merasa kasihan pada manusia, kemudian berkatalah mereka: “Ya Allah, apakah mungkin manusia bisa bebas dari jebakan para Iblis?”

 

 

Allah berkata masih ada dua arah: yaitu atas dan bawah, “Apabila manusia mengangkat kedua tangannnya di dalam doa penuh dengan rendah hati atau bersujud dengan dahinya di atas tanah dengan sungguh-sungguh dan khusyu’, Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka.” (HR Thabrani).

 

Terima kasih telah menyimak Cara Iblis Mencelakakan Manusia semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih waspada terhadap rayuan Syetan.

 

Sumber : NU Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *