Doa Jetika Menerima Kabar Gembira

Diposting pada

Kabar baik merupakan harapan banyak orang yang sedang menunggu dengan cemas, betapa bahagianya seseorang yang menunggu sekian waktu lalu datang kepastian berupa kabar baik.

Bentuk kabar baik berbeda-beda pada setiap masing-masing orang.

Kabar baik yang menggembirakan ini pada hakikatnya datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memuji Allah ketika menerima kabar baik. Hal ini dicontohkan Sayyidina Umar bin Khattab RA sebagai riwayat hadits yang dikutip Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar berikut ini:

روينا في صحيح البخاري عن عمرو بن ميمون في مقتل عمر بن الخطاب رضي الله عنه في حديث الشورى الطويل، أن عمر رضي الله عنه أرسل ابنه عبد الله إلى عائشة رضي الله عنها يستأ ذنها أن يدفن مع صاحبيه، فلما أقبل عبد الله قال عمر: ما لديك؟ قال: الذي تحب يا أمير المؤمنين، أذنت، قال: الحمد لله، ما كان شئ أهم إلي من ذلك

Artinya, “Kami terima riwayat dalam Shahih Bukhari dari Amr bin Maimun terkait pembunuhan Sayyidina Umar bin Khattab RA dalam hadits panjang soal musyawarah bahwa Sayyidina Umar RA mengutus anaknya Abdullah bin Umar untuk meminta izin Sayyidatina Aisyah RA terkait rencana pemakaman Sayyidina Umar RA kelak di dekat dua sahabatnya (Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan Sayyidina Abu Bakar RA). Ketika Abdullah kembali, Umar RA bertanya, ‘Ada kabar apa darimu?’ ‘Kabar yang kausenangi wahai Amiral Mukminin. Ia memeberi izin,” jawab Abdullah.Umar RA menyambut, ‘Alhamdulillah, tiada yang membuatku bimbang selain masalah ini,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 254).

Sebagaimana diketahui, Sayyidina Umar RA menderita luka hingga wafatnya setelah sebelumnya terjadi insiden upaya pembunuhan terhadap dirinya.

الحَمْدُ لِلهِ

Alhamdulillâh

Artinya, “Segala puji bagi Allah.”

Selain memuji Allah, orang yang menerima kabar baik juga dianjurkan untuk mengucapkan terima kasih terhadap mereka yang layak menerimanya.
Kecuali itu, ia dianjurkan untuk melakukan sujud syukur sesuai syarat dan rukunnya jika memungkinkan.

Pujian ini tidak hanya dianjurkan ketika menerima kabar baik berupa suatu kemaslahatan, tetapi juga kabar baik saat terhindar dari kemudaratan. Wallahu a’lam.

(Alhafiz K)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *