Doktrin Zionisme Yahudi di Palestina

Diposting pada

Dokotrin Zionisme YahudiRambu Islam,

Kejahatan serta kekejian Zionis Yahudi di Palestina, mungkin tidak akan pernah bisa hilang dari ingatan kaum Muslim.
Gerakan itu, dengan latar belakang sejarah, agama serta strateginya, terus-menerus berupaya menyakiti serta membunuh umat Islam di Palestina.
Kaum Zionis berpegang pada apa yang mereka namai dengan hak historis serta janji Taurat untuk membuktikan keberadaan mereka zaman dulu di Palestina.
Dalam pandangan mereka, bermodalkan keyakinan itu, mereka memiliki cukup alasan untuk menuntut hak-hak mereka serta merealisasikan ramalan Taurat tentang kepulangan bangsa Yahudi ke Palestina.

Di antara keyakinan Yahudi yang dipakai sebagai doktrin utama oleh gerakan Zionisme adalah “Bangsa Pilihan Tuhan” serta “Tanah yang Dijanjikan”.
Sedangkan doktrin-doktrin lainnya merupakan doktrin sekunder yang melengkapi keduanya.

Doktrin-doktrin ini diturunkan dari Taurat yang telah didistorsi.
Kemudian diambil juga dari Talmud yang merupakan penafsiran Taurat dengan cara pandang baru yang pada perkembangannya menjadi sejajar dengan kedudukan Taurat.
Talmud jugalah yang telah menyuntikkan semangat pembaharuan dalam kehidupan umat beragama serta sosial masyarakat Yahudi dengan ungkapan-ungkapan idealis tentang keabadian ras Yahudi serta perwujudan Negara Yahudi.

Bangsa Pilihan Tuhan

  • Doktrin ini dijejalkan Taurat (versi distorsi) kedalam benak orang-orang Yahudi dengan menggambarkan bahwa Yahudi adalah bangsa yang lebih mulia daripada bangsa-bangsa yang lain.
  • Mereka memandang diri mereka sendiri sebagai pemilik dunia, dihadapan goyim (non-Yahudi) yang tidak punya hak hidup.
  • Menurut anggapan mereka, orang-orang goyim tidak lebih sekadar hewan yang hidup untuk mengabdi kepada bangsa Yahudi.

Pandangan diskriminatif Yahudi terhadap bangsa-bangsa lain (goyim) mendorong mereka untuk menguasai seluruh dunia materi, membentuk persepsi pada akal setiap Yahudi didunia ini untuk sombong serta yakin dengan ideologi dan keimanannya, yang pada gilirannya mendorong mereka untuk mempolitisasi ajaran-ajaran Talmud serta merealisasikan doktrin bangsa unggul dalam cara berpikir, strategi dan ekonomi yang memerintah bangsa-bangsa lain.
Dengan demikian orang-orang Yahudi dunia akan menonjol serta ucapan mereka tentang “Bangsa Pilihan Tuhan” akan terwujud.

Jika kita diskusikan ciri-ciri “Bangsa Pilihan Tuhan” dalam perspektif al-Quran serta dengan logika yang jernih, kita akan menyimpulkan bahwa ciri-ciri bangsa yang terpilih serta berhak memimpin bangsa-bangsa lainnya, adalah yang memiliki spesifikasi karakter sebagai berikut.
Menerima serta meyakini ajaran-ajaran ilahiyah, seperti telah diajarkan oleh para Nabi dan Rasul.
Melaksanakan serta menyebarluaskan ajaran-ajaran tersebut secara total.
Konsisten terhadap ajaran-ajaran tersebut, baik dalam tataran keyakinan maupun praktis.

Namun yang didapati dari kaum Yahudi, jauh dari tiga kriteria di atas.
Sepanjang sejarah klasik mereka, kaum Yahudi selalu berseberangan dengan ajaran para Nabi, bertentangan dengan ajaran para Rasul serta ajakan orang-orang salih.
Mereka tidak kuasa serta enggan bangkit untuk mencapai derajat peradaban serta pemikiran kenabian yang sarat dengan nilai-nilai luhur.

Tanah yang Dijanjikan

  • Doktrin “Tanah yang Dijanjikan” atau “Janji Tuhan atas Tanah yang Dijanjikan” yang diambil dari Taurat digunakan para pemikir serta pemimpin bangsa Yahudi sebagai salah satu keyakinan mutlak.
    Tanah yang dijanjikan ini terbentang dari sungai Nil di Mesir sampai sungai Eufrat di Iraq, dengan al-Quds sebagai pusatnya (ungkapan ini tertulis di atas pintu masuk Sinagog Israel).
    Jika bangsa Yahudi berhasil menguasai tanah yang dijanjikan ini, maka sikap memusuhi yang bersejarah terhadap bangsa Yahudi dari bangsa-bangsa lain, yang dikenal dengan istilah “anti-semit”, akan berakhir.
    Dengan berkumpul di sana, mereka membuktikan eksklusivitas mereka.
  • Doktrin kedua yang diperoleh dari teks-teks Taurat yang diselewengkan ini menjadi ideologi zionisme.
    Dalam Kitab Kejadian (15/ 18-21) disebutkan, “Pada hari itu Tuhan berjanji kepada ‘Iwam’, seraya berkata, ‘Untuk keturunanmu aku beri tanah ini dari sungai Mesir (Nil) sampai sungai besar, Eufrat.’”

Tanpa mempermasalahkan isi dan untuk siapa perjanjian tersebut, kaum zionis mengklaim bahwa ucapan Tuhan di atas ditujukan kepada Ibrahim.
Dan karena Yahudi adalah keturunan Ibrahim, berarti Dia memberikan tanah tersebut kepada Yahudi. Sebenarnya klaim ini sangat mudah dipatahkan, hanya saja kaum Yahudi memang tidak peduli akan hal ini untuk mencapai ambisi mereka.
Andai kata janji dalam Taurat itu benar adanya, keturunan Ibrahim bukan hanya Bani Israil, orang-orang Arab, termasuk di dalamnya Nabi Muhammad, adalah keturunan Ibrahim a.s., dari garis Nabi Ismail.

Jika mau mempersoalkan masalah keturunan, bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang Yahudi yang bermigrasi ke Israel sekarang ini adalah Yahudi Khazar, bangsa goyim yang memeluk agama Yahudi, bukan keturunan Nabi Ibrahim.

Para Nabi dan Rasul datang silih berganti hingga Nabi akhir zaman Muhammad SAW, membawa dakwah tauhid yang menyatukan mereka.
Dengan demikian kepemilikan tanah suci berpindah kepada umat Islam yang berjalan di atas ajaran para Nabi serta membawa bendera tauhid.
Tanah Suci bukan milik satu golongan atau bangsa tertentu.
Tetapi, milik siapapun yang membawa bendera dakwah serta akidah para Nabi. Oleh karena itu, Palestina adalah tanah milik kaum Muslim yang diwarisi dari para nabi leluhur mereka.
Mereka lebih berhak mengurus serta menjaganya dibanding orang-orang Yahudi.

Meski demikian, tidak ada larangan bagi orang-orang Yahudi untuk hidup bersama di bawah naungan khilafah Islam, akan tetapi dalam batas wilayah kedaulatan Islam yang menghormati agama Yahudi yang benar, bukan yang memusuhi.

Memahami doktrin pokok Zionisme diatas, kita tahu bahwa keberadaan kaum Yahudi Zionis di tanah Palestina dengan beragam kejahatannya, merupakan tindakan yang dibangun di atas dasar yang sangat lemah, janji palsu serta kebohongan mengatas namakan Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *