Hadits Memuliakan Wanita Dalam Islam

Diposting pada

Hadits Memuliakan Wanita Dalam Islam – Rambu Islam, simaklah kajian islam tentang wanita dan muliakanlah mereka seperti memuliakan seorang ibu.

Sebuah Catatan di Hari Kartini

Pembaca Rambu Islam yang mulia akhlaknya, adalah anggapan yang salah bila Agama Islam itu mengekang dan mendeskriminasi peremuan. Jika kita mau memahami sejarah dengan baik, justru kita akan mengerti bahwa ajaran Islam lah yang begitu tegas memperjuangkan keadilan terhadap perempuan.

DESKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN
Sekedar Flashback, sejarah mencatat bahwa 1400 lalu (sebelum Nabi Kita diutus) wanita diperlakukan dengan begitu kejam, jauh dari kata manusiawi. Di saat itu wanita tak lebih dari sekedar barang yang bisa dimiliki, saat mereka terlilit hutang dan tidak bisa membayarnya maka dengan mudahnya mereka memberikan istri atau anak perempuan mereka sebagai tebusannya. Ataupun seorang pejabat yang ingin naik pangkat mereka pun tak segan menyogok atasannya dengan memberikan istri-istri mereka. Bahkan ada juga yang menganggap bahwa Istri itu adalah milik suami seutuhnya baik hidup ataupun mati, maka nya kalau suami mati istri pun harus ikut mati bersama.

Nah hal-hal inilah yang kemudian membuat orang-orang di saat itu merasa malu jika memiliki anak perempuan karena mereka mengerti betul bahwa jika anak perempuan mereka besar nanti pasti akan mengalami nasib yang sama dengan perempuan lainnya oleh karena itu sebagian mereka lebih memilih mengubur anak perempuan mereka hidup-hidup dari pada melihatnya dipermainkan oleh laki-laki yang tak bertanggung jawab. Tujuan nya si nggak salah tapi caranya jelas kejam dan nggak ber peri kemanusiaan.

ISLAM MEMPERJUANGKAN WANITA
Statement di atas bukan sebatas isapan jempol belaka, banyak sekali keterangan-keterangan yang menunjukkan betapa Nabi MUHAMMAD SAW ingin menyelamatkan. Di antaranya Hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini:
“Sesungguhnya ALLAH benar-benar mengharomkan durhaka kepada ibu, megubur anak perempuan hidup-hidup” (HR. Al-Bukhori dan Muslim)

Perhatikan baik-baik hadits di atas, secara spesial Rasulullah memuliakan wanita dari dua sisi, Beliau mewajibkan seluruh umat Islam untuk menyayangi anak perempuan dan menghormati ibu-ibu kita, yang semuanya pasti perempuan juga kan??
Lebih dari itu beliau membuat satu keutamaan khusus bagi mereka yang diberi anak perempuan oleh ALLAH SWT, beliau juga bersabda,
“Barang siapa yang memiliki tiga anak perempuan, dia menjaga, menyayangi dan memberikan nafkah (yang halal) pada anak-anak itu maka orang itu dijamin masuk surga. Kemudian seseorang berkata: Kalau dua anak perempuan bagaimana yang Rasul? Nabi pun menjawab: Dua juga seperti itu. Bahkan orang-orang menyangka bahwa jika ada yang bertanya: bagaimana kalau satu anak? Maka Rasul Pun pasti akan berkata yang sama. ” (HR. Al-Baihaqi)

Melalui Hadits ini Nabi berjuang untuk merubah mindset agar tidak lagi ada perasaan malu dengan adanya anak perempuan bahkan itu adalah kemuliaan yang seharusnya kita perjuangkan.

ISLAM BEGITU MEMUDAHKAN WANITA
Tidak hanya memperjuangkan kehidupan wanita, RASULULLAH Shollallohu alaihi wa sallam pun membawa sebuah ajaran yang begitu memudahkan perempuan. Simak beberapa fakta berikut ini,

  1. Masalah Aqiqah
    Anak perempuan hanya satu ekor kambing, sedang cowok dua ekor (ringan mana coba?)
  2. Sunnat atau Khitan
    Anak cowok diwajibkan untuk khitan yang sakitnya tuh minta ampun (buktinya nggak ada tuh yang berani dua kali), sedangkan cewek??
  3. Emas Kawin
    Jikalau kebetulan mau melangsungkan pernikahan, biasanya siapa yang harus susah payah mati-matian mempersiapkan perhiasan dan barang bawaan seperti baju dsb?? Jelas cowok lah.
  4. Mahar
    Dah gitu siapa yang musti mbayar mahar?? Nah cowok lagii.
  5. Yang kerja??
    Begitupun kalau sudah menikah, Islam menjadikan pemenuhan nafkah sebagai tanggung jawab suami.
  6. Shalat Jumat, jihad dan Shalat Jamaah
    Islam begitu menghargai dan memahami qodrat seorang wanita, oleh karena itu kewajiban di atas hanya berlaku untuk cowok dan tidak wajib untuk seorang perempuan.

MENGHARGAI WANITA
Tidak hanya itu, selain membawa yang begitu ringan untuk kaum hawa, Rasulullah SAW juga menjanjikan kemuliaan untuk mereka yang memuliakan wanita,

“Tidak lah memuliakan kaum wanita kecuali orang yang mulia. Dan tidaklah mempermainkan wanita kecuali orang yang hina” (HR. Ahmad).

EMANSIPASI ALA NABI
Jika emansipasi sering diartikan sebagai sejumlah usaha untuk mendapatkan hak maupun persamaan derajat, maka Nabi Muhammad sudah memperjuangkan itu sejak 14 abad silam. Pun demikian emansipasi bukan berarti bebas tanpa batas. Nabi memberikan beberapa batasan standart agar seorang wanita mendapatkan kebebasan tanpa harus mengorbankan kebahagiaan hakikinya, Nabi bersabda,

“Jika wanita selalu mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa (Ramadhan) satu bulan penuh, menjaga kemaluan (auratnya), dan taat kepada suaminya, maka (kelak) akan ada panggilan untuknya: “ Masuklah Syurga melalui pintu mana pun yang engkau kehendaki ” (HR. Ahmad Juz 3 : 199).

Dengan segala keringanan dan kemudahan dalam syariat ternyata Rasulullah memberikan kabar gembira bahwa jalan menuju syurga bagi wanita itu begitu mudah, asalkan memperhatikan empat hal di atas. Subhaanalloh.

BELAJAR DARI KARTINI
Beliau begitu dikenang karena kegigihannya memperjuangkan hak perempuan. Namun ada sisi yang jarang diungkapkan, bahwa Beliau adalah seorang santri dari KH. Sholeh Bin Umar atau yang familiar dengan Kyai Sholeh Darat (Semarang). Bahkan dari kajian dengan Beliaulah RA Kartini memberikan pernyataan yang terkenang sampai hari ini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”. So buat yang ngaku pecinta dan penerus RA Kartini yuk ikuti jejak beliau yang rajin ngaji itu.

TERUNTUK PARA SAUDARIKU
Islam memberikan syariat yang begitu memudahkan Anda, maka seharusnya anda bangga dan bersyukur dengan hadirnya agama mulia ini. Yuk lebih semangat lagi dalam mempelajari dan mengamalkan agama yang telah memperjuangkan anda . Mari berkarya, tanpa harus meninggalkan atau mengorbankan kewajiban Anda!

Terima kasih dan semoga catatan sederhana ini bermanfaat bagi semua yang membacanya. Selamat memperingati Hari Kartini, semoga terlahir kembali generasi Kartini di negeri ini. Perempuan yang gigih menggali potensi diri, sholihah dan taat kepada Ilahi Robbi. Amiin Ya Robbal Alamiin.

Tetap simak Rambu Islam yang menyajikan seputar hikmah islam hukum islam dan lain sebagainya terupdate dan terlengkap.

Sumber : Gus Ajir Ubaidillah, Pengasuh PP Nurul Huda Langgongsari – Banyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *