Hizbut Tahrir Tidak Cocok Di Indonesia

Diposting pada

Hizbut Tahrir Tidak Cocok Di Indonesia – Rambu Islam, Hizbut Tahrir Indonesia bersistem khilafah tidak tepat berada di Indonesia.

Ketua Lembaga Bahtsul Masail Provinsi Lampung KH Munawir meneyebutkan bahwa dibubarkannya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Pemerintah Republik Indonesia sangat tepat. Hal tersebut tentunya sudah melewati macam-macam kajian komprehensif dengan pertimbangan yang sudah matang.

 

“HTI bukanlah sesat. Namun tidak tepat berada di Indonesia,” tegasnya sembari mengingatkan bahwa Indonesia bukanlah Negara Islam atau darul Islam, tapi darussalam (negara keselamatan), Rabu (10/5).

 

Ia mengingatkan juga bahwa HTI selama ini tidak mempunyai peran dan sumbangsih ikut berjuang menghadapi penjajah pada zaman kemerdekaan. Mereka bukan seperti organisasi lainnya semisal NU yang sudah jelas nyata memerdekakan Indonesia.

 

“Begitu gampangnya mereka datang tidak ikut serta dalam berjuang, tiba-tiba hendak mengganti ideologi Indonesia dengan sistem khilafah yang telah dilarang di berbagai Negara di belahan dunia,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa Pancasila dan NKRI ialah harga mati dan sudah final. Menurutnya tidak perlu ada lagi wacana-wacana khilafah di Indonesia ini. “Jangankan di Indonesia, di negara Timur Tengah saja HT itu sudah dilarang,” tegasnya seraya menilai bahwa dilarangnya HTI di Indonesia  terlambat dibandingkan dengan negara-negara lain.

 

Lebih lanjut Gus Nawir mengungkapkan bahwa Hizbut Tahrir secara ekstrem mengharuskan khilafah dan apabila tidak memakai sistem tersebut merupakan dosa besar. Sementara pada kajian yang lain dari Imam Ghazali dalam Al-Iqtishad fi Al-I’tiqad di halaman 200 menerangkan bahwasanya kajian mengenai khilafah itu tidak penting, dan lebih selamat tidak mengkajinya.

 

Sumber : NU Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *