Kebaikan Menikah Di Bulan Syawal

Diposting pada

Kebaikan Menikah Di Bulan Syawal – Rambu Islam, Anjuran menikah di bulan Syawwal menurut islam telah lama dijelaskan oleh para ulama.

Jikalau terdapat orang-orang yang menjauhi bulan-bulan tertentu untuk melangsungkan pernikahan sebab menilainya sebagai bulan yang sial, sebenarnya peristiwa demikian juga pernah terjadi ketika zaman jahiliyyah. Mereka mempercayai bahwa bulan Syawal merupakan larangan untuk menikah.

Rasulullah Muhammad SAW menepis kepercayaan tersebut. Sebagai bentuk dari penentangan beliau malah menikah dengan Sayyidah ‘Aisyah di bulan Syawal.
Sayyidah ‘Aisyah RA mengatakan: “Nabi Muhammad SAW menikahiku di bulan Syawal dan melakukan malam pertamanya di bulan Syawal. Isteri Rasulullah SAW mana yang lebih bahagia daripada diriku di sisi beliau?” (HR Muslim)

Abu Zakariya Yahya bin Syaraf atau yang kita kenal Imam Nawawi dalam al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim menerangkan, Sayyidah ‘Aisyah menjelaskan hal itu untuk menolak kepercayaan yang berkembang di tengah penduduk jahiliyyah dan sikap mengada-ada di golongan awam bahwa makruh menikah, menikahkan, ataupun berhubungan suami dan istri pada bulan Syawal.

Imam Nawawi berkata:

فيه استحباب التزويج والتزوج والدخول في شوال وقد نص أصحابنا على استحبابه واستدلوا بهذا الحديث

“Dari Hadits tersebut terkandung imbauan untuk menikah, menikahi, dan berhubungan suami dan istri di bulan Syawal. Para ulama syafi’iyah menjadikan hadits ini menjadi dalil mengenai imbauan tersebut.”

keterangan ini setidaknya berisikan dua pesan. Yang pertama, keyakinan bulan Syawal juga bulan yang lain sebagai bulan sial tidak memperoleh legitimasi dari ajaran Islam. Yang kedua, para ulama, khususnya dari golongan madzhab Syafi’i, berpendapat sunnah menikah, menikahkan, ataupun berhubungan suami istri pada bulan Syawal. Wallâhu a‘lam.

 

Redaksi : Mahbib
Source : NU Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *