Kenali Sifat Rasul dan Kepribadiannya

Diposting pada

Kenali Sifat Rasul dan Kepribadiannya – Rambu Islam, Nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna akhlak, Rasulullah adalah Nabi yang pamungkas.


Sebagian besar umat Islam di seluruh penjuru dunia, sependapat menyebut Rasulullah Muhammad Saw, sebagai manusia yang agung, mulia dan mempesona dari semua aspek yang diidaman oleh dunia kemanusiaan. Para ‘Alim Ulama, cendikiawan muslim, sejarawan, dan sejauh pejalanan sejarah melukiskan dengan indah mengenai kepribadian (akhlaq) Rasulullah SAW, Antara lain :

“Jika terdapat orang yang meninggal beliau mengiring jenazahnya. Bila ada orang sakit beliau menjenguknya, walaupun ada di tempat yang begitu jauh. Beliau sering duduk bersama orang-orang fakir dalam posisi yang sama pula. Beliau mengambil makanan untuk mereka dengan tangannya sendiri. Beliau begitu suka mendatangi teman-temannya hanya sekadar silaturrahim. Beliau sangat menghormati orang-orang yang berbudi pekerti yang luhur, dan senantiasa berkelakuan baik terhadap orang yang tidak baik (Ahl al-Syarr). Beliau senang berkunjung ke kerabat dekatnya tanpa melebihkan mereka dari orang-orang yang lain. Beliau tidak pernah melakukan perbuatan kasar terhadap siap saja dan memberi maaf kepada orang yang meminta maaf.

“Rasulullah SAW ialah seseorang yang selalu memberi senyum, terkadang beliau juga tertawa, namun tidak berlebihan. Sebagaimana yang lain, beliau pun suka bercanda, akkan tetapi tidak pernah berdusta. Beliau tidak memakai pakaian melebihi yang dipakai oleh pembantunya, beliau tidak pernah mencaci seseorangpun. Beliau tidak pernah merendahkan dan berbuat kasar kepada perempuan, istri dan juga pembantunya. Jika ada seseorang yang mencaci-maki orang lain, Nabi berucap: “tolong hentikanlah cara seperti itu”. Jika ada seseorang yang berbicara dengan suara yang tinggi, beliau menahan diri dan bersabar. Jika beliau datang kepada hamba-sahayanya, pria maupun wanita, beliau mengajaknya berdiri dan membantu keperluannya.

“Sang Rasul tidak pernah memberi balasan kejelekan orang lain dengan kejelekan yang sama, melainkan memberikan maaf dan menjulurkan tangannya. Bila bertemu dengan orang, beliau mengucapkan salam, ucapan damai, terlebih dahulu. Jika bertemu sahabatnya, beliau mengawalinya dengan mengulurkan tangannya. Rasulullah senantiasa berdzikir (mengingat Allah) baik disaat berdiri atau ketika duduk. Bila ada orang yang duduk menunggunya pada saat mengerjakan sholat, beliau mempersingkat sholatnya kemudian mendatanginya seraya mengatakan: apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu? Saat mendengar cucunya menangis, beliau menyegerakan sholatnya, kemudian menemuinya dan menggendongnya. Ketika beliau masuk ke dalam suatu perkumpulan, beliau duduk ditempat mana saja yang kosong yang dilihatnya pertama kali.

Di dalam buku-buku yang dibacakan umat muslim di setiap maulid Nabi diterangkan : ”Rasulullah mencuci bajunya sendiri, menjahitnya bila ada yang robek, memperbaiki alas kakinya, melayani dirinya sendiri, memberikan makanan untuk untanya dan menggiling gandum sendiri. Beliau makan dengan pelayan, memasak bersamanya dan membawa barang-barangnya sendiri ke pasar. Rasul menikmati makanan yang telah dimasak keluarganya dan tidak pernah mengatakan “aku tidak suka dengan makanan ini”.

itulah sedikit gambaran dari kepribadian diri Rasulullah Muhammad SAW semoga kita dapat mencontoh dari akhlak beliau yang penuh dengan keindahan.

 
Source : Islami.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *