Ketika Malaikat Mencabut Dosa Orang Mukmin

Diposting pada

Ketika Malaikat Mencabut Dosa Orang Mukmin – Rambu Islam, tugas malaikat ialah mematuhi perintah Allah antara lain mengambil dosa.


Dalam kehidupan di dunia ini, yang namanya sakit pasti dialami setiap manusia. Adapun bagi seorang mukmin yang mengalami sakit terkandung hikmah tersembunyi seperti yang diriwayatkan oleh Abu Imamah Al-Bahili yang mencuplik sabda Nabi Muhammad SAW.

Pada saat seorang hamba mukmin hendak mengalami sakit, Allah Ta’ala akan memerintahkan empat malaikat, di setiap malaikat tersebut dikasih tugas yang berbeda-beda.

Adapun Malaikat yang pertama ditugaskan oleh Allah untuk mengambil kekuatan dalam tubuhnya, sehingga hamba tersebut menjadi lemah tak bertenaga. Selanjutnya Allah memberi tugas kepada malaikat kedua yaitu untuk mengambil tiap kelezatan rasa di lidahnya sehingga makanan apa saja yang ia makan dalam mulutnya akan pahit terasa.

Kemudian malaikat yang ketiga ditugaskan oleh Allah untuk mencabut kecerahan wajahnya, sehingga wajahnya akan tampak pucat pasi. Dan malaikat yang terakhir diperintahkan oleh Allah untuk mengambil seluruh dosanya, sehingga ia dalam keadaan bersih dari dosa.

Disaat seorang mukmin yang sedang sakit itu hendak Allah sembuhkan, para malaikat diutus kembali untuk mengembalikan tenaganya, kenikmatan rasa, juga kecerahan wajahnya, adapun bagi malaikat yang mencabut dosa tidak diperkenankan oleh Allah untuk mengembalikannya.

Kemudian Malaikat keempat ini tersungkur dan bersujud kemudian bertanya kepada Allah. “Ya Allah, apa sebab Engkau tidak perintahkan kami untuk mengembalikan dosa ini kepada hambamu?”

“Tidak baik untuk kemuliaan-Ku bila Aku mengembalikan dosa hamba-Ku selepas Aku menyusahkannya ketika sakit.” Jawab Allah.

Lalu malaikat bertanya lagi, “Ya Rabb Kemana dosa-dosa ini harus aku simpan?”

Kemudian Allah menugaskan kepada malaikat tersebut untuk membuang dosa-dosa itu ke dalam lautan, dan oleh Allah dari dosa itu dijadikannya binatang-binatang buas dan sebagainya.

Sehingga disaat telah sehat kembali, hamba mukmin yang sakit itu dijadikan seorang hamba yang suci dan bersih dari dosa, namun jakalau maut datang padanya, hamba mukmin itu mati dalam kondisi suci dari dosa-dosa. (Aiz Luthfi)

Source: Syaikh Muhammad bin Abu Bakar, Al-Mawa’idzul ‘Ushfuriyyah, (Semarang: Toha Putera Grup, tt), hal. 16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *