Keutamaan Puasa DI Hari Kedua Muharram

Diposting pada

Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Provinsi Lampung KH Munawir mengingatkan bahwa pekan kedua Muharram penting untuk berpuasa, kesunahan berpuasa didasarkan atas beberapa hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam serta qaul ulama.

“Kesunahan puasa di bulan Muharram didasarkan pada berapa hadits yang di antaranya driwayatkan Abu Hurairah RA yang menyebutkan bahwa ibadah puasa yang afdhal setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram,” jelasnya, Rabu (28/9) malam.

Selain itu, Imam Syafi’i menerangkan bahwa puasa di bulan Muharam disunahkan sebagaimana dijelaskan Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim.

“Al-Qurthubi, seperti yang dikutip As-Suyuthi dalam Ad-Dibaj ‘ala Shahih Muslim menjelaskan juga bahwa puasa Muharram lebih utama karena merupakan awal tahun serta merupakan amalan utama mengawali tahun baru dengan berpuasa,” terangnya.

Adapun waktu puasa bulan muharram menurut Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Jami’ At-Turmudzi dijelaskan bahwa puasa bulan Muharram diawali pada tanggal 8 Muharram.

“Tanggal 8 Muharram merupakan hari diangkatnya amalan manusia,” jelasnya.

Seterusnya dilanjutkan dengan puasa di tanggal 9 dan 10 Muharram yang memiliki keutamaan yaitu dapat menghapus dosa yang telah dilakukan selama satu tahun kemarin.

“Pada tanggal 11 Muharram kita juga disunnahkan puasa untuk mengiringi puasa Tasu’a serta Asyura dan tanggal 12 Muharram kita disunnahkan berpuasa yang pada hari tersebut merupakan hari diangkatnya amalan manusia,” tuturnya.

Kemudian selanjutnya yaitu pada tanggal 13, 14 serta 15 Muharram, ummat Islam juga disunnahkan untuk berpuasa karena hari-hari tersebut merupakan Ayyamul Bidh.

Dalam kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari dijelaskan bahwa sebab dinamai Ayyamul Bidh terkait dengan kisah Nabi Adam Alaihis Salam ketika diturunkan ke muka bumi.

“Ketika Nabi Adam Alaihis Salam diturunkan ke bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam, kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan wahyu untuk berpuasa selama tiga hari yaitu tanggal 13, 14, 15. Ketika hari pertama puasa, sepertiga badannya menjadi putih.

Hari kedua, sepertiganya menjadi putih dan hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih,” terangnya.

(Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *