Menanti Ramadhan Dengan Gembira

Diposting pada

Menanti Ramadhan Dengan Gembira – Rambu Islam, ramadhan marhaban ya ramadhan itulah ucapan Rasul dan para Sahabat bergembira dan suka cita.

Marhaban Ya Ramadhan, pepatah tersebut menandakan kegimbaraan dari Rasul dan juga Para Sahabat ketika menanti kehadiran bulan Ramadhan. Rasul dengan para sahabat diceritakan bernyanyi kecil “marhaban ya ramadhan”, suatu isyarat pula bahwa keadaan itu ialah suatu keadaan yang menggembirakan.

 

Apa sebab Rasul dan para sahabat sangat gembira menunggu kehadiran bulan ramadhan? Apa yang berbeda dengan bulan-bulan yang lainnya? Pengetahuan Beliau yang sangat mendalam tentang bulan Ramadhan menjadikan beliau memiliki kegimbaraan yang luar biasa menunggu kehadiran bulan Ramadhan ini.

 

Sebaliknya Rasul dan para sahabat sangat sedih dan menangis ketika bulan Ramadhan akan segera usai. Apa sebab yang membuat Beliau bersedih dan menangis? Tentu pengetahuan juga yang membawa Beliau amat sedih dan menangis ketika bulan Ramadhan telah berakhir. Dari pemahaman yang dimiliki oleh beliau ialah salah satunya Beliau merasakan khawatir pada saat Ramadhan berakhir maka Beliau tak dapat lagi bertemu dengan bulan Ramadhan yang akan datang.

 

baca juga : Ketahui Kesunnahaan Di Bulan Ramadhan

 

Dari Abu Mas’ud Al Ghifari radhiyallohu anhu berkata: “Aku telah mendengarkan Rasulullah SAW bersabda pada suatu hari pada saat bulan Ramadhan telah tiba: “Jika para hamba mengetahui apa (hakikat) dari bulan Ramadhan maka pasti umatku mendambakan Ramadhan itu sepanjang tahun,… Sesungguhnya surga berhias untuk bulan Ramadhan di setiap penghujung tahun ke tahun berikutnya…”*

 

Oleh sebab itu kita perlu dapat membangun suasana yang dimiliki Rasul dan para sahabat, dimana membangun suasana kegimbaraan saat Ramadhan tiba serta sedih dan menangis manakala Ramadhan akan berakhir.

 

Dua kondisi tersebut dibangun dengan suasana kebatinan dan kejiwaan yang mendukung. Jika suasananya tidak terbangun maka yang akan terjadi bisa kebalikannya yaitu sedih ketika Ramadhan tiba dan bergembira ketika Ramadhan akan berakhir.

Hadits ini Shahih dan diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah [III/190], Abu Ya’la Al-Mushili di dalam Musnadnya [IX/180]

Oleh Dr. Muzani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *