Pentingnya Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Diposting pada

Pentingnya Menghidupkan Malam Lailatul Qadar – Rambu Islam, mengetahui tanda tanda malam lailatul qadar tidak banyak disebutkan.

Bulan Ramadan ialah bulan yang penuh dengan berkah. Tidak dapat dipungkiri lagi, Ramadan serupa dengan bulan religius. Sebagian besar muslim di seluruh dunia menghabiskan kurang lebih selama satu bulan untuk melakukan ibadah yang banyak. Mulai dari menunaikan ibadah puasa, shalat tarawih, shalat 5 waktu, mengaji Alquran, dan macam-macam ibadah lainnya yang dikerjakan demi menggapai puncaknya yaitu taqwa kepada Allah SWT. Itulah istimewanya bulan Ramadan.

Namun, ada satu malam yang istimewa pada bulan Ramadan yang sebagian besar orang memburunya ialah Lailatul Qadar. Lailatul Qadar yaitu satu malam yang amat penting, yang hanya dapat kita temui sekali dalam setahun. Malam itu menurut para ulama lebih baik daripada seribu bulan. Maksudnya, di tiap amalan yang dikerjakan pada malam itu lebih fantastis dari malam-malam yang lain.

Seperti apa malam Lailatul Qadar itu? Umat Muslim sejak masa pertama senantiasa melangsungkan berbagai kegiatan untuk menghadapi Lailatul Qadar. Hal ini sudah ditulis didalam Alquran yaitu dalam Surah Al-Qadr. Dan ditulis pula dalam sejumlah hadits. Hadits-hadits itu menganjurkan untuk menghidupkan Lailatul Qadar dengan menjanjikan ganjaran bagi mereka yang mengerjakannya.

Mayoritas orang beranggapan bahwa tradisi kita dalam menyambut Lailatul Qadar yang berupa ceramah dan memberikan makanan ke masjid sebagai bentuk realisasi dari anjuran Rasulullah SAW. Sebagaimana yang disabdakan oleh Beliau, “Barangsiapa yang berdiri (shalat) demi menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh rasa iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka dihapuskan dosa-dosanya yang telah lalu”.

Sedangkan, kami memiliki keyakinan bahwa yang dimaksud dengan menghidupkan Lailatul Qadar itu yaitu penyerahan seorang muslim ketika malam itu kepada Allah, dan keikhlasannya dalam doanya, dzikir dan beribadah. Dalam hal tersebut hadits yang dibawa oleh Aisyah R.A, “Rasulullah jika Ramadhan telah melewati tanggal dua puluh senantiasa menghidupkan malam itu, dan membangunkan keluarga beliau untuk beribadah”.

Hadits ini memberikan makna akan aktivitas beliau ialah beribadah. Adapun aktivitas yang dilaksanakan oleh mayoritas orang sekarang ini lebih dekat kepada bermain-main daripada kesungguhan yang Rasul contohkan. Para ulama dalam hal ini berbeda paham mengenai Lailatul Qadar. Baik mengenai maksudnya, hakikatnya, dan hal apa yang terjadi dimalam tersebut.

Perbedaan anggapan di kelompok ulama begitu jauh, ialah sampai empat puluh pendapat. Saya tidak ingin menghabiskan masa dalam mempresentasikan anggapan-anggapan tersebut atau membacanya. Hanya yang saya yakini dan saya haturkan kepada para pembaca adalah bahwa Lailatul Qadar adalah malam dimulai dari turunnya wahyu Alquran.

Sebagaimana yang disebutkan oleh surah Al-Qadr, “kami menurunkan Alquran di malam Al-Qadr.” (Q.S Al-Qadar: 1) Ialah diwaktu ayat pertama turun, yaitu Surah Al-Alaq. Dan bahwa malam tersebut ialah malam di bulan Ramadhan, menurut firman Allah dalam surah Al-Baqarah.

Dengan mengamati ayat-ayat tersebut, nyatalah bahwa malam tersebut ialah malam bersejarah yang harus kita ingat setiap bulan Ramadhan datang. Pada malam itu kita ingatkan diri kita akan nikmat Allah yang dikaruniakannya kepada manusia dengan diturunkannya Al-Quran. Dan bahwa Al-Quran merupakan kemuliaan dan keagungan.

Jadi, Lailatul Qadar merupakan suatu malam yang penuh dengan kemuliaan dan keagungan. Dan bahwa malam diturunkannya Al-Quran ialah malam dimana Tuhan berkenan memberikan hidayahnya dari langit dengan memberikan jalan atau petunjuk bagi orang yang sesat, juga menunjukkan kepadanya jalan kebahagiaan dan membebaskan mereka dari segala macam dosa dan belenggu.

(Redaksi : Jusriadi, Gowa, Sulawesi Selatan) viva online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *