Pesan Gus Mus Tentang Hari Raya Idul Adha

Diposting pada

Idul Adha atau yang sering disebut sebagai Hari Raya Kurban identik dengan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail.

Sejarah tersebut memberikan pelajaran berharga bagi perjalanan hidup manusia terkait ketaatan, keihklasan, pengorbanan, serta peneguhan terhadap agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Terkait dengan pelajaran dari kisah sejarah Nabi Ibrahim tersebut, Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Mustofa Bisri atau sering disapa Gus Mus memberikan penegasan di momen Idul Adha 1438 H bahwa manusia harus memotong sifat-sifat kebinatangannya.

Sejurus dengan penegasan tersebut, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU ini juga memberi pesan sebaliknya bahwa seseorang harus menghidupkan sisi-sisi kemanusiaan yang ada pada dirinya.

“Mari kita ‘sembelih hewan’ kita dan kita ‘hidupkan manusia’ kita,” ujar Gus Mus lewat akun twitter pribadinya, Jumat (1/9) dalam tajuk #TweetJumat.

“Wakullu ‘ãmin wa antum bikhair. Ãmïn,” imbuh Rais Aam PBNU 2014-2015 ini dalam cuitan yang sama.

Taushiyah singkat dalam tajuk #TweetJumat memang rutin disampaikan Gus Mus, tidak terkecuali Jumat kali ini yang tepat bersamaan dengan jatuhnya Idul Adha 1438 H.

Cuitan Gus Mus tersebut mendapatkan ribuan respon dari follower-nya yang saat ini berjumlah 1,24 juta follower.

Mereka mengamini pesan yang disampaikan Gus Mus ketika kondisi saat ini justru an-nafsu hayawaniyah atau nafsu kebinatangan yang ditonjolkan.

“Sedih Gus, zaman sekarang yang disembelih malah kemanusiaan,” ujar akun bernama Andri Somantri merespon Gus Mus.

Senada dengan Andri Somantri, Mas Suyatno juga menegaskan bahwa dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail, manusia dapat mengambil pelajaran bahwa dua Nabi panutan tersebut menyembelih nafsu kebinatangan demi kemanusiaan.

“Nah ini kelucuan yang Benar dalam pengertian Kurban, sebagaimana Nabi Ibrahim dengan Putranya, menyembelih kebinatangannya demi kemanusiaannya,” jelas Suyatno mengamini pesan Gus Mus.

Sampai berita ini ditulis, cuitan Gus Mus disukai 2.273 follower, 2.530 dibagikan (retweet), dan 85 follower membalas atau replay dengan berbagai ungkapan kalimat.

(Fathoni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *