Sikap Adil Rasulullah Yang Perlu Diteladani

Diposting pada

Sikap Adil Rasulullah Yang Perlu Diteladani – Rambu Islam, kisah teladan dan kebijaksanaan Rasul terhadap umatnya yang perlu dicontoh.

Pembaca Rambu Islam yang mulia akhlaknya, RASULULLAH merupakan tokoh teladan mulia bagi seluruh alam semesta, yang mana hanya dengan mengikuti kemuliaan inilah kita bakal memperoleh kemuliaan baik di dunia juga di akhirat.

Salah satu teladan yang Nabi ajarkan untuk kita ialah nilai objektivitas di dalam bersikap. Berani menerangkan sesuatu sesuai faktanya, melihat semua hal dengan jujur tanpa tendensi ataupun kepentingan baik suku, agama, golongan dan yang lainnya.

Sebagai contoh, pada saat Beliau mendapat kabar mengenai seorang muslim yang membunuh kafir dzimmi (non muslim yang taat dan tidak mengganggu umat Islam), dengan tegas beliau menyatakan:

“Barang siapa yang mengganggu dzimmi (non muslim yang taat dan tidak mengganggu umat Islam), maka aku adalah musuhnya. Dan siapa saja yang menjadi musuhku, kelak akan aku musuhi pada hari kiamat” (Al-Jami’ As-Soghir).

Perhatikan baik-baik hadits ini, bagaimana beliau amat menjunjung tinggi kemanusiaan dan memusuhi siapa saja yang mengganggu orang yang tidak bersalah sekalipun itu merupakan orang non muslim.

Supremasi Hukum Yang Tak Pandang Bulu

Sebagai pemimpin dan juga hakim dalam kasus-kasus yang terjadi saat itu, RASULULLAH adalah sosok yang sangat adil dan tegas. Siapapun yang bersalah harus menerima konsekuensi / mempertanggung jawabkan kesalahan yang dilakukan.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa pada zaman Nabi pernah terjadi kasus pencurian. Setelah diusut dan diselidiki ternyata pelakunya ialah seorang perempuan keturunan dari keluarga ningrat, Bani Al-Makhzumiyah. Mengetahui perkara tersebut beberapa orang punya ide untuk memohon keringanan kepada Nabi, supaya perempuan ini dapat pembebasan dan tidak dilakukan had (potong tangan). Sayyidina Usamah Bin Zaid pun diamanati untuk menyampaikan perkara ini kepada Nabi.

Beliau menanggapi laporan ini dengan serius sembari menegaskan,

“Diantara pemicu utama yang menjadikan hancur orang-orang terdahulu ialah mereka amat tegas menegakkan hukum apabila yang bersalah merupakan pihak yang lemah. Tetapi apabila yang bersalah merupakan orang yang terpandang/ mulia, mereka berat untuk menegakkan hukum. Demi ALLOH apabila Fatimah putriku melakukan pencurian maka Aku sendiri yang akan memotong tangan nya. ” (HR. Al-Bukhori)

Hadits ini mengajarkan kita, bahwa Nabi merupakan sosok yang begitu tegas dan adil dalam menegakkan hukum, baik terhadap yang lemah ataupun yang kuat, baik terhadap golongan ningrat juga rakyat jelata.

Hadits ini juga berisikan peringatan, apabila penegakan hukum sudah seperti pisau yang begitu tajam ke bawah namun tumpul ke atas maka itu merupakan  sumber petaka  yang berakibat hancurnya sebuah golongan, baik secara sempit ataupun secara luas.

Semoga kita mampu meneladani ketegasan dan sikap adil yang diajarkan oleh RASULULLAH Shollallohu alaihi wa sallam.

Semoga ALLOH subhanahu wata’ala senantiasa menuntun kita, dan seluruh penegak hukum di negeri ini agar mampu bersikap obyektif, adil dan jujur dalam menegakkan hukum sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap menjadi bangsa yang kokoh, berwibawa dan mendapatkan berkah dari ALLOH Subhanahu wata’ala.. Amiin Ya Robbal Alamiin..

 

Sumber : Fanspage Gus M. Ajir Ubaidillah (Pengasuh PP Nurul Huda Banyumas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *