Terhapusnya Dosa Besar Karena Anak Kecil

Diposting pada

Terhapusnya Dosa Besar Karena Anak Kecil – Rambu Islam, dosa dosa besar dapat diampuni dengan amalan penghapus dosa dan bertaubat.

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, sebagaimana dalam sabda Nabi Muhammad SAW.

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Bukan bagian dari golongan kami orang yg tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang tua (orang dewasa).” (HR. Hadits Tirmidzi No.1843)

Selain memperoleh pengakuan sebagai umat dari Nabi Muhammad, juga akan dihapus dosa-dosanya sekalipun itu besar.

Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya, Qâm‘uith Tughyân halaman 18 menerangkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu wajhah bercerita, ada seorang datang menemui bagina Nabi Muhammad SAW guna menyetakan bahwa ia telah berbuat maksiat, dan berharap kepada Nabi SAW supaya memohonkan ampun kepada Allah Ta’ala atas dosayang ia perbuat.

Sebelum permintaan tersebut dikabulkan, Nabi kemudian bertanya kepada tamu tersebut, “maksiat apa yang sudah kamu perbuat?

Tamu menjawab “Saya malu menyatakan perbuatan maksiat itu, Ya Rasul,”

Lalu Nabi mendesak, “Mengapa kamu harus malu menyetakan pada saya mengenai dosa-dosa yang telah kamu lakukan, sedangkan kepada Allah SWT tidak malu yang selalu mengawasimu?

Selepas itu Nabi SAW memohon kepada tamu untuk segera pergi. “Pergilah, sebelum api neraka datang ke sini sebab dari dosa-dosamu!”

Alhasil si tamu itu pergi dengan menangis diliputi perasaan yang sedih dan kecewa.

Seketika itu, datanglah Malaikat Jibril dan menegur Nabi, “Hai Muhammad janganlah menjadikan si tamu yang berbuat maksiat merasa sedih dan putus asa, sebab si tamu telah membayar kafarat (denda) atas dosa yang ia perbuat, sekalipun dosa itu besar”.

Kemudian Nabi Muhammad bertaya, “Apa kafaratnya?

“Kafaratnya yaitu anak kecil. Disaat tamu yang datang tadi tiba di rumahnya, seketika ada anak kecil menghadangnya dan meminta sesuatu yang dapat dimakan. Akhirnya tamu tersebut memberi makanan. kemudian anak itu pergi dengan perasaan riang dan gembira. Itulah kafarat atas dosa si tamu,” jelas Malaikat Jibril kepada Rasulullah.

(Ahmad Rosyidi.RED) NU Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *